Minggu, 26 Januari 2014

0 Sejarah Perkembangan Musik Underground Indonesia

Berbicara tentang asal usul berkembangnya musik underground ditanah air, tentu semua tak lepas dari peran generasi pertama yang telah berjuang mati-matian agar bisa diterima sepenuhnya oleh para UGer di tanah air. Istilah Underground sendiri sebenarnya sudah digunakan oleh pionir majalah musik dan gaya hidup asal bandung sejak era tahun 70an, sebagai sarana identifikasi bagi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang liar dan ekstrim pada zaman tersebut. Walau band-band yang ada pada waktu masih membawakan lagu-lagu milik band luar negeri seperti Deep Purple, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Rolling Stone hingga ELP.

Seiring tradisi yang kontraproduktif ini pun melahirkan band-band yang nama nya sempat harum di kancah musik tanah air dan sebagai catatan sejarah baru dalam dunia musik negeri ini. Adalah Elpamas, Grass Rock,Power Metal, Val Halla hingga Roxx yang tak asing lagi nama-nama tersebut ditelinga para pecinta musik keras tanah air. Dan semua itu tak lepas dari peran penting Log Zhelebour yang membidani lahirnya label rekaman rock pertama di Indonesia, Loggis Record. Album ketiga God bless yang bertitle Semut Hitam adalah produk pertama dirilis tahun 1988 dan ludes 400.000 kaset diseluruh Indonesia.

Pada akhir era 80an diseluruh dunia anak-anak muda sedang mengandrungi jenis musik Trash Metal, salah satu genre yang berkembang lebih ekstrim dari Heavy Metal pada saat itu. Band-band yang menjadi dewa di masa tersebut adalah antara lain Slayer, Metalica, Exodus, Megadethb, Sodom, Anthrax, hingga Sepultura. Sedangkan di Indonesia sendiri scene underground dibeberapa kota bessar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogja, Malang Hingga Bali yang lahir dari genre musik ekstrim tersebut.

Bandung Underground adalah salah satu scene yang pertama kali lahir dari merebaknya demam musik keras dan ekstrim di Indonesia sekitar tahun 1994 tepatnya di studio Reverse yang menjadi cikal bakal tumbuh kembangnya scene rock undergroend disana. Penggagas terbentuknya studio tersebut adalah Richard Mutter (saat itu drum PAS Band) dan Helvi,

Seiring dengan berkembang nya Reverse lantas memicu lahirnya sebuah Distro yang menjual CD, Kaset, Poster, Tshirt dan assesoris import lainnya.Selain Mengembangkan bisnis nya pada distro, Richard juga membentuk label independen 40.1.24 yang merilis pertama kali ditahun 1997. Adalah Kompilasi CD Masaindahbangetsekalipisan yang berisikan band-band Indie diantaranya Burger Kill, Puppen, Papi, Rotten To The Core, Full Of Hate dan Waiting Room sebagai satu-satunya band asal Jakarta.

Berjalan sedikit ke arah timur masih di kota kembang Bandung, kita akan menemukan komunitas yang menjadi episentrum underground metal disana, komunitas Ujung Berung. Dulunya disana terddapat sebuah studio yang sangat berjasa dalam membessarkan band-band Underground seperti JASAMuD, FORGOTTEN, SACRILEGIOUS, SONIC TORMENT, MORBUS CORPSE, TYMPANIC MEMBRANE, INFAMY, BURGER KILL dan masih banyak lagi. Serta disinilah pada tahun 1995 lahir pertama kalinya fanzine musik di Indonesia yang bernama Revogram zine, editorialnya dipegang oleh Dinan (vokalis SONIC TORMENT).

Revogram sempat tiga kali terbit yang keseluruhan materi isinya membahas band-band metal hardcore lokal maupun internasional. Barulah beberapa fanzine lainnya ikut serta meramaikan media indie tanah air  seperti Swirl, Tiga belas, Membakar batas dan sebagainya.

(bersambung............)


Posting Komentar

Fanspage

Laman

@Trilogic Metal Aggresion. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Blogger templates

 

Blogger news

Blogroll

About